Minggu, 11 Juli 2010

ILMU BEDAH MULUT

ILMU BEDAH MULUT

Ilmu bedah Mulut adalah suatu cabang ilmu kedokteran gigi yang mengobati penyakit gigi dan mulut dengan jalan operasi.

Sejarah

Profesi dan spesialisasi Bedah Mulut & Maksilofasial berkembang mulanya dari sebutan yang sederhana yaitu Bedah Mulut (Oral Surgery). Di banyak negara sebutan ini melekat pada dokter gigi praktisi yang mempunyai ketertarikan khusus terhadap bidang yang menyangkut aspek bedah dalam menjalankan profesinya.

Selama perjalanan kurang lebih 100 tahun, para ahli Bedah Mulut kemudian mengembangkan keterampilan dan keahlian tidak hanya menangani kelainan di sekitar mulut dan rahang, tapi juga wajah dan leher. Banyak ahli Bedah Mulut menambah pendidikannya dengan menempuh pendidikan dokter dan atau memperoleh pengalaman yang lebih dalam tentang aspek bedah secara formal. Selama tahun 80-an ekstensi perluasan dan pendalaman spesialis ini direfleksikan dengan perubahan nama menjadi Bedah Mulut dan Maksilofasial (Oral & Maxillofacial Surgery). Maxillo berasal dari bahasa latin yang berarti rahang, facial juga berasal dari bahasa latin yang menunjukan keahlian spesialisasi ini untuk melakukan tindakan bedah di daerah wajah.

Pendidikan

Pendidikan Spesialis Bedah Mulut & Maksilofasial di Indonesia diikuti oleh yang seorang telah lulus menjalani program pendidikan profesi dokter gigi dan diselenggarakan di: 1) FKG UI Jakarta 2) FKG UNPAD Bandung 3) FKG UGM Yogyakarta 4) FKG UNAIR Surabaya

Secara umum Program Pendidikan Dokter Gigi Spesialis Bedah Mulut yang diselenggarakan oleh ke-empat institusi pendidikan tersebut mangandung kurikulum yang berisi empat kelompok besar mata ajaran yaitu ilmu kedokteran dasar (basic medical science), ilmu kedokteran klinis (basic clininal science), ilmu bedah dasar (basic surgical science), dan ilmu bedah mulut & maksilofasial-nya sendiri.

Ilmu kedokteran dasar terdiri dari ilmu-ilmu dasar misalnya anatomi bedah, fisiologi, farmakologi, patologi anatomi, patologi klinik, dll. Ilmu kedokteran klinis terdiri dari cabang-cabang ilmu kedokteran klinis dasar yang harus dikuasai untuk menunjang keahlian sebagai seorang spesialis Bedah Mulut & Maksilofasial, terdiri dari ilmu penyakit dalam, ilmu kesehatan anak, anestesi dan reanimasi, ilmu peny THT-KL, radiologi, ilmu bedah, ilmu peny mata, ilmu peny saraf. Masing-masing pusat pendidikan memiliki kebijakan sendiri mengenai jumlah ilmu kedokteran klinis yang harus diikuti, tetapi biasanya pendidikan dilakukan melalui stase di bagian/cabang ilmu tersebut mirip sebagaimana halnya pendidikan yang harus dilalui oleh calon dokter umum.

Ilmu Bedah Dasar harus dilalui oleh residen/trainee Bedah Mulut & Maksilofasial sebagaimana halnya program pendidikan untuk ahli bedah lainnya. Sementara ini, stase di bedah dasar pada setiap pusat pendidikan mempunyai kekhasan masing-masing, dengan waktu berkisar mulai dari 6 bulan sampai 1,5 semester. Dan yang terakhir, ilmu bedah Mulut & Maksilofasial terdiri dari beberapa cabang ilmu berdasarkan kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang spesialis bedah Mulut & Maksilofasial, di antaranya adalah bedah dentoalveolar, bedah praprostetik, implantologi, infeksi, kelainan kongenital, kista-neoplasma jinak & ganas, kelainan kelenjar ludah, facial pain-kelainan syaraf kranial V & VII, traumatologi, kelainan & bedah TMJ, bedah ortognatik & osteodistraksi, special care in dentistry (pengelolaan medically compromised patient).

Penyakit –penyakit yang memerlukan tindakan darurat

1. Phiegmon atau disebut juga LUDWIC,S ANGINA

a. Penyebab penyakit

Infeksi yang berasal dari geligi geraham rahang bawah yang menembus/ menyebar ke rongga submandibula, sublingual dan submental kiri dan kanan. Infeksinya merupakan selulitis yang menyebar dengan cepat.

b. Gejala Awal

Pembengkakan jaringan lunak sekitar gigi yang berlubang, lidah terasa terangkat, untuk membuka mulut menjadi sulit, liur menetes, kesulitan menelan dan kesulitan bernafas.

c. Perawatan sederhana sebelum ke Dokter

Kompres dingin pada daerah sekitar pembengkakan, kompres dingin dahi apabila dirasakan suhu tubuh meningkat, banyak minum untuk mencegah syok atau kekurangan caiaran, makanan lunak yang memadai gizi dan jumlahnya.

d. Komplikasi penyakit

Septikemia, dehidrasi,syok, disfagia / tidak bisa menelan makanan, asfiksia / tidak bisa bernafas.

e. Cara pencegahan

Kontrol keadaan umum tubuhnya ke dokter, menjaga kebersihan gigi dan mulut, kontrol ke dokter gigi secara teratur setiap tiga bulan walau tidak merasakan keluhan sakit.

2. DISLOKASI RAHANG BAWAH

a. Penyebab Penyakit

Benturan atau desakan pada dagu sewaktu mulut dalam keadaan terbuka, misalnya karena kecelakaan, operasi gigi / mulut yang lama, menguap lebar, tertawa terbahak-bahak, menggigit makanan yang besar, berteriak ketakutan dan sejenisnya.

b. Gejala awal yang perlu diketahui

Pasien tidak mampu menutup mulutnya dengan sempurna, terjadi penonjolan sendi rahang satu sisi atau dua sisi, terjadi bunyi klik atau gemeretak mengikuti pembukaan maupun penutupan rahang .

c. Perawatan sederhana sebelum ke dokter

Relaks supaya otot rahang dan oto muka tidak tegang, membebat rahang dengan kain kasa / pembalut dagu .

d. Komplikasi penyakit

Rahang terkunci sehingga sulit untuk berbicara dan menelan makanan, terjadi pembengkakan, terbiasa mengalami dislokasi rahang.

e. Cara pencegahan

Membatasi gerakan rahang, mengunyah makanan dengan geligi di kedua sisi rahang, segera mengganti gigi yang sudah dicabut dengan prokesa gigi di dokter gigi.

3. PATAH TULANG RAHANG

a. Penyebab penyakit

Penyakit –penyakit tulang umum, penyakit –penyakit tulang lokal,trauma karena kecelakaan lalu lintas, pukulan jatuh , olah raga, pencabutan gigi, kecelakaan kerja dan lain-lain.

b. Gejala awal yang perlu diketahui

Nyeri perdarahan dalam mulut, memar, ada pembengkakan, perubahan warna jaringan sekitarnya, bunyi gesekan tulang, kemampuan mengigit menyimpang, ada pergerakan rahang yang tidak normal.

c. Perawatan sederhana sebelum ke Dokter

Kompres dingin, mempertahankan posisi agar rahang tidak banyak bergerak dengan membalut kepala.

d. Komplikasi penyakit

Tersumbatnya jalan nafas, infeksi, tidak menyambungnya ujung – ujung tulang yang patah, membuka dan menutup mulut menjadi tidak normal, kerusakan syaraf oleh potongan tulang.

e. Cara pencegahan

Memakai pengaman yang memadai, kontrol ke dokter / dokter gigi walautidak ada keluhan.

4. MALPOSISI GIGI AKIBAT TRAUMA

a. Penyebab penyakit

Trauma benturan, kesalahan pencabuta gigi.

b. Gejala awal

Gigi goyang, lepas dari tulang penyangganya padahal gigi tidak patah.

c. Perawatan sederhana sebelum ke dokter

Merendam gigi utuh yang lepas di dalam larutan garam atau air suling, tulang penyangga gigi yang berdarah ditutup tampon.

d. Komplikasi

Gigi tidak dapat dikembalikan sempurna pada tulang penyangganya, gigi tetap goyang setelah 3 ( tiga ) bulan dilakukan replantasi, terjadi ankilosis, terjadi resorbsi akar gigi, terjadi kelainan tulang penyangga gigi.

e. Cara pencegahan

Memakai pengaman yang memakai, berkomunikasi yang jelas dengan petugas kesehatan gigi bila akan mencabutkan gigi.

5. PERDARAHAN SETELAH PENCABUTAN / OPERASI GIGI / MULUT

a. Penyebab

Rauma melanik atau kecelakaan, kelainan atau gangguan mekanisme pembekuan darah.

b. Gejala awal

Darah tetap mengalir keluar dari luka bekas pencabutan / operasi gigi / mulut beberapa jam setelah tampon dilepas.

c. Perawatan sederhana

Penekanan lokal, kompres dingin, mengulum es batu, tidak boleh untuk kumur atau dihisap.

d. Komplikasi

Infeksi, pembengkakan dan syok karena kekurangan cairan tubuh atau kekurangan darah.

e. Cara pencegahan

Terbuka kepada dokternya tentang riwayat penyakit, riwayat perdarahan dan pemakaian obat-obatan, mengikuti test laboratorium yang berhubungan dengan faal darah dan gangguan pembekuan darah, menjaga kebersihan dan kesterilan luka operasi dari trauma.

6. NYERI GIGI DI MALAM HARI

a. Penyebab

Gigi berlubang yang lama dan tidak terawat, infeksi yang menekan syaraf gigi atau mendesak selaput tulang penyangga gigi dan selaput tulang rahang.

b. Gejala awal

Gigi nyeri berdenyut tanpa rangsangan dari luar, gigi terasa menonjol serasa mau keluar dari tempatnya.

c. Perawatan sederhana

Menempelkan kapas yang sudah ditetesi minyak cengkeh pada lubang gigi yang sakit.

d. Komplikasi

Gigi mati membusuk, jaringan penyangga gigi rusak, pembengkakan tulang rahang.

e. Cara pencegahan

Segera merawatkan gigi yang berlubang walau belum terasa sakit.


Waspadai Penyakit Dari Gigi dan Mulut

http://www.tabloidnova.com/var/gramedia/storage/images/media/images/0gigi/2103639-1-ind-ID/0gigi_medium.jpg

Dari sakit kepala hingga stroke. Jadi jaga selalu kebersihan mulut dan gigi.

Mulut adalah gerbang utama masuknya segala penyakit. Keadaan rongga mulut yang tidak sehat dapat menyebabkan kelainan pada organ lain. Penyakit-penyakit yang timbul akibat gigi dan mulut yang rusak disebut focal infection dental origin atau focal infection (FI). Infeksi masuk lewat gigi dan mulut dan kemudian menjalar ke organ-organ lain. Misalnya saja terkena stroke ringan dan kanker otak setelah giginya terinfeksi berat.

Sebagai gambaran, FI terjadi ketika mikroorganisme yang berasal dari gigi dan mulut menyebabkan infeksi atau penyakit di bagian tubuh yang lain. Infeksi di akar gigi maupun di jaringan penyangga gigi melibatkan lebih dari 350 bakteri dan mikroorganisma. Karena letak infeksinya sangat dekat dengan pembuluh darah, produk bakteri berupa toksin dapat menyebar ke seluruh tubuh. Ditengarai, ada lebih dari 6 milyar mikroba tinggal dan hidup di dalam mulut, yang berasal lebih dari 500 strain yang berbeda. Yang terbanyak adalah Candida albicans, Porphyromonas gingivalis, Streptococus mutans, Actinobacillus actinomy-cetemcomitans, Treponema denticola, dan streptococcus sanguis. Jadi dapat disimpulkan bahwa gigi dan mulut sebetulnya merupakan tempat yang sangat jorok.

Bakteri-bakteri tersebut sebenarnya tak akan "bermasalah" jika jumlahnya seimbang dan hidup harmonis. Tapi, begitu muncul gangguan seperti karies (gigi berlubang), penyakit penyangga gigi (periodontal), atau ada infeksi, maka kondisi ini bisa menyebabkan gangguan ke-sehatan yang lebih serius. Contohnya, karies (gigi berlubang). Kalau kariesnya masih kecil dan belum begitu dalam, mungkin tidak akan mengganggu. Namun, begitu karies membesar dan makin dalam, bisa terjadi infeksi. Nah, infeksi inilah yang bisa memicu penyakit.

BEBERAPA PENYAKIT

Karena sebagian besar orang masih belum memerhatikan kesehatan gigi dan mulut, banyak yang tak pernah mengira bahwa penyakit lain yang mereka derita sebenarnya merasal dari kesehatan gigi dan mulut.

1. Jantung dan Stroke

Salah satu teori yang mengungkapkan hubungan FI dengan penyakit jantung menyatakan, bakteri dari mulut (oral bacteria) ketika masuk ke dalam pembuluh darah akan menempel pada timbunan lemak di pembuluh arteri jantung dan akan menimbulkan bekuan. Ciri penyakit jantung koroner adalah menebalnya pembuluh darah koroner jantung yang disebabkan timbunan lemak. Hal ini akan menghambat aliran darah ke jantung, sehingga nutirsi dan oksigen yang dibu-tuhkan jantung menjadi terhambat, dan menyebabkan terjadinya serangan jantung.

2. Penyakit saluran pernapasan

Infeksi di mulut dapat menyebabkan penyakit saluran pernapasan bila bakteri terisap masuk ke saluran pernapasan. Bahkan, bakteri dapat berkembang biak dan menyebar sampai ke paru-paru.

3. Bayi prematur atau bayi kurang berat

Ibu hamil dengan penyakit periodontal berisiko 7 kali lebih besar melahirkan bayi yang lahir lebih awal atau bayi kecil. Penyakit periodontal akan meningkatkan derajat cairan biologis yang merangsang kelahiran.

4. Nyeri mata

Mata jadi cepat lelah dan terasa nyeri pada bagian atas mata. Nyeri itu biasanya ditim-bulkan oleh infeksi pada gigi karena kedua organ tersebut memiliki induk syaraf yang sama.

5.Sakit kepala

Biasanya diderita oleh orang yang sudah lama mengunyah dengan satu sisi akibat hilangnya satu gigi atau terasa sakit pada satu sisi yang tidak ditangani. Keluhan sakit kepala ini umumnya terasa di kepala bagian belakang.

6. Gusi berdarah

Diakibatkan oleh karang gigi yang ada di supragingiva (permukaan gigi di atas gusi) dan di subgingiva (permukaan gigi di bawah gusi). Biasanya karang gigi timbul pada daerah gigi yang sulit dibersihkan. Karang gigi yang disebut juga calculus merupakan kumpulan plak termineralisasi (pembentukan mineral seperti batu karang) sehingga melekat di permukaan gigi. Karang gigi yang menjadi tempat menempelnya kuman di dalam mulut ini bisa mengakibat-kan radang gusi yang bisa menyebabkan perdarahan pada mulut.

7. Sariawan

Merupakan bahasa awam untuk berbagai macam lesi atau tonjolan yang timbul di rongga mulut. Gejalanya berupa rasa sakit atau rasa terbakar satu sampai dua hari yang kemudian menimbulkan luka rongga di mulut. Seringkali sariawan begitu menyiksa sehingga seseorang menjadi sulit makan maupun minum.

Penyebab sariawan ini bisa faktor general yang ini bisa karena hormonal maupun penyakit sitemik atau bahkan stres, penyebab lainya adalah faktor lokal, bisa karena overhang tambalan atau karies, protesa (gigi tiruan), kegigit atau segaja di gigit...pokoknya segala macam yg menimbulkan trauma pada gusi atau mukosa mulut. Pengobatannya sebaiknya juga berdasarkan faktor penyebabnya. Sebaiknya jangan di obati sembarangan karena kita tidak tahu apakah obat tersebut bersifat karsinogenik, atau merangsang kanker.

Yoghurt bisa mengobati sariawan? Yoghurt mengandung lactobacillus, pada kondisi flora dan fauan mulut yang tidak seimbang, bakteri tersebut dapat membantu keseimbangan kebun binatang mulut. Tapi sariawan yang lebih dari dua minggu harus di waspadai... segera hubungi dokter supaya bisa di check and recek lebih lanjut.

8. Kanker mulut

Penyakit ini sama dengan kanker yang terjadi pada bagian tubuh lain, hanya saja letaknya di mulut. Bentuknya hampir menyerupai sariawan. Selain itu, bila sariawan letaknya berpindah-pindah, sedangkan kanker mulut bersifat statis. Hanya saja kalau benjolan pada sariawan terasa sakit, pada kanker mulut tidak. Semakin lama benjolan semakin besar tanpa merasakan apapun. Umumnya, setelah benjolan menjadi besar, kanker sudah masuk pada stadium 3 dan 4. Biasanya mereka baru memeriksakan setelah bertahun-tahun karena benjolan semakin besar dan tak kunjung sembuh.

Kanker Mulut merupakan salah satu penyebab kematian akibat keganasan yang frekwensinya makin meningkat terutama pada perokok, resikonya 5 kali lebih tinggi. Penyebaran kanker pada rongga mulut sangat cepat dikarenakan mulut merupakan bagian tubuh yang selalu bergerak baik pada saat makan, bicara, maupun bernafas. Selain itu juga daerah kepala dan leher merupakan bagian tubuh yang paling banyak mengandung kelenjar getah bening, sehingga penyebaran kebagian tubuh lainnya lebih cepat terjadi.
Disarankan untuk melakukan pemeriksaan mandiri pada rongga mulut setiap bulan sehingga kanker mulut dapat di segera di deteksi pada stadium awal, hal ini sangat menentukan tindakan perawatan selanjutnya. Perlu di waspadai bila mempunyai keluhan sakit pada saat menelan dan mengunyah serta sakit leher atau suara serak yang kronis dan tidak sembuh. Selain itu harap segera hubungi dokter, bila di temukan kondisi-kondisi sebagai berikut :


Bercak putih(LEUKOPLAKIA)


Bercak kemerahan, (ERYTHROPLAKIA)

Bercak putih kemerahan, (ERYTHROLEUKOPLAKIA)


Luka/Ulkus atau sariawan yang tidak sembuh-sembuh dan mudah berdarah

Pembengkakan atau terdapat jaringan yang lebih tebal daripada jaringan sekitarnya


Pembengkakan/benjolan pada leher yang tidak simetris

9. Penyakit rendah diri dan pergaulan

Kebersihan dan kesehatan gigi serta rongga mulut yang terganggu juga memengaruhi pergaulan seseorang. Seseorang pasti pasti merasa malu jika mulutnya mengeluarkan aroma tidak sedap atau warna gigi yang kuning kusam. Seringkali sakit gigi dan mulut juga membuat yang bersangkutan tidak pede bergaul.

SENYUM SEHAT

Sikat gigi setiap habis sarapan pagi dan sebelum tidur




Empat sehat lima sempurna, makanan bergizi untukmu





Hindari gula dan makanan yang manis, untuk kesehatanmu





Ajak ayah ibu mengunjungi dokter gigi setiap 6 bulan







Tunjukan senyum sehatmu kepada ayah, ibu, guru dan teman-teman

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar